SIDRAP, 20 Mei 2026 – Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap atau ITKES Muhammadiyah Sidrap terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan gerakan kepanduan Muhammadiyah, yakni Hisbul Wathan (HW), di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kampus kesehatan ini bahkan dinilai menjadi salah satu PTMA pelopor dalam penguatan aktivitas HW di tingkat perguruan tinggi.
Berbagai program dan kegiatan Hisbul Wathan telah disusun serta dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan kampus. Salah satu program yang menjadi ciri khas adalah penggunaan pakaian Hisbul Wathan oleh seluruh civitas akademika setiap tanggal 20 setiap bulannya.
Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir Saenong, dalam wawancara melalui gadgetnya menyampaikan bahwa program tersebut telah berjalan sejak tahun lalu sebagai bentuk nyata menghidupkan gerakan Hisbul Wathan di lingkungan PTMA.
“Program ini sudah berlangsung sejak tahun lalu sebagai bentuk komitmen kami dalam menghidupkan Hisbul Wathan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Bersama seluruh civitas akademik, kami menyusun berbagai kegiatan HW termasuk penggunaan pakaian HW di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan kampus menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan nilai-nilai keislaman mahasiswa.
Selain Hisbul Wathan, kampus ini juga aktif mengembangkan berbagai organisasi otonom Muhammadiyah lainnya, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), serta program Mahasantri.
Keberadaan berbagai organisasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa baru yang ingin mendapatkan pengalaman pendidikan tidak hanya di bidang akademik dan kesehatan, tetapi juga pembinaan karakter dan kepemimpinan Islami.
Dengan semangat dakwah dan kaderisasi Muhammadiyah, ITKES Muhammadiyah Sidrap terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang religius, disiplin, dan berkemajuan melalui penguatan organisasi otonom Muhammadiyah di kalangan mahasiswa maupun dosen dan tenaga kependidikan.

