DOSEN ITKES MUHAMMADIYAH SIDRAP GELAR PELATIHAN DAN EDUKASI MODUL SIPAKALEBI DI KELURAHAN WETTE’E

Sidenreng Rappang, Juni 2026 – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dosen ITKes Muhammadiyah Sidrap melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Edukasi Modul Layanan Kesehatan Komunitas serta Implementasi Sistem Aduan Siap Lapor (SIPAKALEBI) di Kelurahan Wette’e, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan trauma psikologis melalui pendekatan edukasi dan teknologi digital berbasis komunitas.
Kegiatan yang dihadiri oleh kader kesehatan, kader PKK, bidan desa, serta perwakilan pemerintah kelurahan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda KDRT, melakukan deteksi dini trauma psikologis, serta memahami mekanisme pelaporan dan pendampingan korban secara tepat dan aman.
Ketua tim PKM, Bdn. Wilda Rezki Pratiwi, S.ST., M.Kes, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan sosial dan kesehatan yang masih banyak ditemukan di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai KDRT dan trauma psikologis, tetapi juga diperkenalkan dengan aplikasi SIPAKALEBI yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi, konsultasi, dan pelaporan kasus secara lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan modul edukasi dan simulasi penggunaan aplikasi SIPAKALEBI. Materi yang diberikan meliputi pengenalan KDRT, dampak kesehatan fisik dan psikologis, dukungan psikososial dasar, mekanisme rujukan layanan kesehatan, serta peran masyarakat dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.
Dalam pelaksanaannya, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, terutama terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika menemukan atau mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan dan edukasi. Selain itu, kader kesehatan dan masyarakat menjadi lebih memahami prosedur pelaporan, pendampingan korban, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana perlindungan dan dukungan psikososial.


Program PKM ini juga menghasilkan luaran berupa modul edukasi layanan kesehatan komunitas dan implementasi aplikasi SIPAKALEBI yang diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Kelurahan Wette’e. Ke depan, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi sarana penghubung antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan layanan perlindungan perempuan dalam upaya pencegahan KDRT dan penanganan trauma psikologis.
Melalui kegiatan ini, ITKes Muhammadiyah Sidrap kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis pemberdayaan komunitas, inovasi teknologi, serta penguatan peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.
“SIPAKALEBI: Dari Luka Menuju Pulih” menjadi semangat bersama untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, responsif, dan berdaya dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial dan kesehatan di lingkungan sekitarnya.