Rabu, 24 Juni 2026 | Sidrap, Sulawesi Selatan, Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap (ITKesMu Sidrap) Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Uluale, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (24/6/2026). Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini berfokus pada edukasi pencegahan stunting dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) berbasis pangan lokal, menyasar para ibu dan balita di wilayah tersebut.
Kegiatan berlangsung di beberapa titik di Kelurahan Uluale dan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari sesi penyuluhan kesehatan, praktik pembuatan produk gizi lokal, hingga pembagian materi edukasi. Para mahasiswa yang mengenakan jas almamater hijau hadir didampingi dua dosen pembimbing lapangan, yakni Bd. Asmah Sukarta, S.ST., M.Kes., M.Keb., dan Bd. Rosmawaty, S.ST., M.Kes., M.Keb.


Salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah produk bernama LUMOR (Lumut Kelor), sebuah puding berbahan dasar daun kelor segar yang diperkaya dengan telur ayam, santan kelapa, agar-agar, daun pandan, gula pasir, dan garam. Produk ini dirancang sebagai alternatif MP ASI yang terjangkau, bergizi tinggi, dan berbasis bahan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat Sidrap.
Menurut keterangan pihak pelaksana, daun kelor dipilih karena kandungan zat besi, protein, serta vitamin dan mineralnya yang tinggi, sehingga dinilai potensial untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mengatasi salah satu penyebab utama stunting, yaitu defisiensi gizi mikro. Produk LUMOR juga diklaim mampu menjadi solusi gizi yang menarik bagi anak-anak karena disajikan dalam bentuk puding berwarna hijau segar.

Lurah Uluale, Hj. Jumiani H., S.Sos., menyambut positif kehadiran mahasiswa KKNT di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan kesadaran ibu-ibu muda tentang pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini bagi balita. Ia berharap ilmu yang dibagikan mahasiswa dapat dipraktikkan secara berkelanjutan oleh warga Uluale.
Kepala Puskesmas Lawawoi, Muhammad Ali, S.ST., Ns., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan strategi yang efektif untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sidrap. Koordinasi lintas sektor seperti ini, jelasnya, menjadi kunci keberhasilan intervensi gizi di tingkat kelurahan.
Koordinator Bidan Puskesmas Lawawoi, Bd. Hj. Sarida, S.ST., menambahkan bahwa para bidan desa yang bertugas di wilayah Kelurahan Uluale juga turut terlibat aktif dalam pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung. Keterlibatan tenaga kesehatan lokal ini, katanya, bertujuan memastikan keberlanjutan program edukasi gizi bahkan setelah mahasiswa KKNT menyelesaikan masa pengabdian mereka.

Selain demonstrasi memasak LUMOR, mahasiswa juga membagikan lembar informasi bergambar (leaflet) yang memuat panduan pencegahan stunting dan cara pembuatan MP ASI kepada para ibu yang hadir. Sesi penyuluhan dilakukan secara interaktif di ruang terbuka, dengan peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan balita duduk membentuk setengah lingkaran agar komunikasi antara pemateri dan peserta berlangsung lebih efektif.
Kegiatan KKNT ini merupakan bagian dari program praktik lapangan yang wajib ditempuh mahasiswa S1 Kebidanan ITKesMu Sidrap sebagai bentuk penerapan ilmu kesehatan ibu dan anak di tengah masyarakat. Dengan memilih isu stunting sebagai fokus utama, program ini selaras dengan agenda nasional pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting balita Indonesia hingga 14 persen pada 2024, sebuah target yang masih terus diupayakan pencapaiannya di berbagai daerah.
Ke depan, pihak pelaksana berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di Kabupaten Sidrap. Produk inovasi LUMOR yang lahir dari kegiatan KKNT ini pun diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai produk komunitas maupun bahan edukasi gizi dalam program posyandu dan Puskesmas, demi mewujudkan generasi bebas stunting yang dimulai dari pemanfaatan kearifan pangan lokal.

