SIDRAP – Mahasiswa Program Studi Profesi Ners Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKes) Muhammadiyah Sidrap melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Stase Keperawatan Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan profesi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa secara profesional.
Selama menjalani praktik klinik, mahasiswa mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam pelayanan langsung kepada pasien dengan berbagai gangguan kesehatan jiwa. Praktik tersebut bertujuan membentuk kemampuan klinis, keterampilan komunikasi terapeutik, serta sikap profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berpusat pada pasien.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan asuhan keperawatan medis, tetapi juga menerapkan pendekatan holistik dan humanis. Berbagai intervensi keperawatan dilakukan sesuai kebutuhan pasien, mulai dari terapi aktivitas kelompok, komunikasi terapeutik, hingga edukasi kepada keluarga pasien.
Melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), mahasiswa membantu pasien meningkatkan kemampuan bersosialisasi, mengendalikan halusinasi, serta membangun rasa percaya diri. Sementara itu, Strategi Pelaksanaan (SP) Komunikasi Terapeutik diterapkan melalui interaksi yang terarah untuk membantu pasien mengenali dan mengatasi masalah kesehatan jiwa yang dialami.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga pasien melalui kegiatan family psychoeducation. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya dukungan selama proses pemulihan serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan guna mencegah terjadinya kekambuhan.
Ketua Program Studi Profesi Ners ITKes Muhammadiyah Sidrap, Ns. Hj. Zainab, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB, mengatakan bahwa stase keperawatan jiwa merupakan salah satu tahapan penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kepekaan sosial dan empati terhadap pasien.
“Keperawatan jiwa menuntut kita untuk tidak hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga merawat jiwa dan memulihkan martabat kemanusiaan pasien. Kami berharap mahasiswa mampu membawa pengalaman berharga ini untuk menjadi perawat yang komprehensif di masa depan,” ujarnya.
Melalui praktik klinik di RSKD Dadi, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam menangani berbagai kasus keperawatan jiwa sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki dunia kerja sebagai perawat profesional.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen ITKes Muhammadiyah Sidrap dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Islami, profesionalisme, serta kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat.
Dengan pengalaman praktik di rumah sakit rujukan kejiwaan tersebut, diharapkan lulusan Profesi Ners ITKes Muhammadiyah Sidrap mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Selatan maupun Indonesia.


