SIDENRENG RAPPANG — Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKes) Muhammadiyah Sidrap resmi meraih status akreditasi Unggul. Status itu ditetapkan Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melalui Surat Keputusan Nomor 0639/LAM-PTKes/Akr/Sar/IX/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada Sabtu, 26 September 2026.
Predikat Unggul merupakan peringkat tertinggi dalam akreditasi program studi kesehatan. Capaian ini diraih setelah program studi menjalani rangkaian penilaian LAM-PTKes, termasuk visitasi asesmen lapangan oleh tim asesor di kampus ITKes Muhammadiyah Sidrap.
“Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas hasil akreditasi Unggul Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi ITKes Muhammadiyah Sidrap,” ujar Ketua Program Studi Sarjana Farmasi apt. Washliaty Sirajuddin, S.Si.,M.Si. Ia menegaskan, capaian ini bukan hasil kerja satu atau dua orang.
“Ini merupakan buah dari kerja keras, kebersamaan, komitmen, doa, dan kontribusi seluruh sivitas akademika, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” tuturnya. Menurut dia, predikat Unggul sekaligus menjadi amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Surat keputusan tersebut ditandatangani Ketua LAM-PTKes Prof. dr. Usman Chatib Warsa, Sp.MK., PhD. Penetapan status merujuk pada Berita Acara Rapat Pleno Komite Akreditasi Nomor 010/LAM-PTKes/BA Akr/IX/2026 tertanggal 26 September 2026. Dengan terbitnya keputusan ini, status akreditasi program studi sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.
Penilaian dilakukan menggunakan Instrumen Akreditasi 8 Kriteria (kualitatif) sesuai Peraturan Pengurus LAM-PTKes Nomor 004/PP/05.2026. Instrumen ini menilai mutu penyelenggaraan program studi secara menyeluruh. Dasar hukumnya antara lain Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi beserta perubahannya.


Selama visitasi asesmen lapangan, tim asesor LAM-PTKes berdialog dengan pimpinan institut, dekanat, dosen, dan tenaga kependidikan. Tim juga bertemu dengan mahasiswa serta sejumlah pemangku kepentingan program studi. Pertemuan itu menjadi bagian dari verifikasi atas dokumen dan praktik penyelenggaraan pendidikan.
Rektor ITKes Muhammadiyah Sidrap Dr. Muhammad Tahir, SKM., M.Kes. menilai capaian ini membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu memenuhi standar mutu tertinggi secara nasional. Menurut dia, predikat Unggul juga menjadi modal penting bagi rencana ITKes Muhammadiyah Sidrap membuka Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada LAM-PTKes dan tim asesor atas proses penilaian yang telah berlangsung.

Dekan Fakultas Farmasi Fitriana Bunyanis, S.Si., M.Si. mengatakan predikat Unggul menjadi motivasi bagi fakultas untuk menjaga konsistensi mutu. Ia menjelaskan, fakultas akan memanfaatkan capaian ini untuk mempersiapkan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Kehadiran program profesi tersebut diharapkan memberi jalur lanjutan bagi lulusan sarjana farmasi untuk menjadi apoteker tanpa harus keluar daerah.
Dalam keputusannya, LAM-PTKes meminta sejumlah rekomendasi Rapat Pleno Komite Akreditasi menjadi perhatian program studi. LAM-PTKes juga akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memantau kelayakan mutu hasil akreditasi. Status ini berlaku selama pengelolaan program studi tetap sesuai ketentuan perundang-undangan.
Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, status Unggul menjadi jaminan mutu penyelenggaraan pendidikan farmasi di kampus tersebut. Program studi berharap capaian ini turut memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja dan profesi kefarmasian.
Ke depan, program studi berkomitmen menghasilkan lulusan farmasi yang unggul, profesional, dan berakhlakul karimah. “Semoga menjadi awal dari langkah yang lebih besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan dan kesehatan masyarakat,” kata Washliaty.

