SIDRAP, Selasa, 7 Juli 2026 — Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap (ITKESMu Sidrap) bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (MPKSDI PWM Sulsel) menyelenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi pada Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, di Kampus ITKESMu Sidrap. Kegiatan pembinaan ini diikuti 135 mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara sebagai bekal penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjelang kelulusan.
Pembinaan dilaksanakan melalui dua forum kelas intensif dengan menghadirkan instruktur resmi MPKSDI PWM Sulsel berdasarkan Surat Mandat Nomor 067/TGS/II.5/F/2026. Program tersebut bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berkarakter Islami serta memahami nilai-nilai Kemuhammadiyahan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidrap, Drs. H. Abd Kalam Fattah, M.Kes. Dalam pembukaan, peserta diajak memahami pentingnya pembinaan kader sebagai bagian dari proses mencetak sumber daya manusia yang mampu mengamalkan nilai Islam dalam kehidupan pribadi maupun pengabdian kepada masyarakat.
Rektor ITKESMu Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, SKM., M.Kes., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Baitul Arqam menjadi bagian penting dari proses pembentukan lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa kompetensi tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan keteguhan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan agar lulusan mampu memberikan pelayanan profesional yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Menurut Rektor, pembinaan tersebut juga menjadi bekal moral bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. Ia berpandangan bahwa lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjalankan profesinya sekaligus menjadi kader persyarikatan yang aktif.
Pelaksanaan Baitul Arqam dipandu langsung oleh tim instruktur MPKSDI PWM Sulsel. Berdasarkan surat mandat, tim tersebut dipimpin Ir. H.A. Amri Mansyur., M.M. sebagai Master of Training, didampingi Dr. Baharuddin Andang., S.Pi., M.Adm.KP sebagai Vice/Sekretaris, serta H. Sunandar Ali, SH., MH sebagai Imam Training, bersama sejumlah instruktur lainnya yang berasal dari berbagai bidang keahlian.
Tim instruktur menjelaskan bahwa materi pembinaan dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan, etika profesi, serta tanggung jawab sosial sebagai lulusan perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam dalam praktik profesionalnya.
Sebanyak 135 peserta berasal dari berbagai daerah, meliputi Kabupaten Maros, Parepare, Enrekang, Soppeng, Wajo, Bone, serta wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. Keberagaman asal mahasiswa menunjukkan bahwa ITKESMu Sidrap terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang menarik minat mahasiswa dari berbagai provinsi di kawasan timur Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi kelompok, ibadah berjamaah, pembinaan spiritual, hingga evaluasi pembelajaran. Seluruh rangkaian tersebut disusun untuk membangun keseimbangan antara penguatan intelektual, spiritual, dan karakter kepemimpinan mahasiswa menjelang penyelesaian studi.


Panitia pelaksana menilai kolaborasi antara ITKESMu Sidrap dan MPKSDI PWM Sulsel menjadi langkah strategis dalam memperkuat proses kaderisasi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Sinergi tersebut dinilai mampu memastikan pembinaan berjalan sesuai standar perkaderan Muhammadiyah serta memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta.
Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi, ITKESMu Sidrap berharap setiap lulusan tidak hanya unggul dalam kompetensi bidang kesehatan, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan komitmen terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang profesional, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta Persyarikatan Muhammadiyah.

