SIDRAP – Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap (ITKES Muhammadiyah Sidrap) menggelar Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi yang diikuti 102 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 14–15 Juli 2026, bertepatan dengan 29 Muharram–1 Safar 1448 Hijriah, sebagai pembekalan ideologi, spiritual, dan karakter sebelum peserta menyelesaikan pendidikan dan mengabdi di masyarakat.
Baitul Arqam dilaksanakan dengan sistem berasrama di lingkungan kampus. Melalui rangkaian materi, diskusi, pembinaan ibadah, dan evaluasi, peserta dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Sebanyak 102 mahasiswa yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur. Mereka datang dari Toli-Toli, Sulawesi Tengah; Kalimantan Utara; Luwuk Banggai; Kepulauan Selayar; Bantaeng; Makassar; Maros; Barru; hingga Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai daerah penyelenggara.

Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian penting dari proses pembinaan mahasiswa menjelang kelulusan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi benteng ideologis sekaligus bekal akhir agar lulusan mampu mengintegrasikan kompetensi profesi dengan nilai-nilai Islam dalam praktik pelayanan kesehatan.
Ia juga menerangkan bahwa lulusan ITKES Muhammadiyah Sidrap diharapkan mampu membawa misi dakwah Persyarikatan ketika kembali ke daerah asal masing-masing. Para alumni diproyeksikan menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selama dua hari satu malam, peserta menjalani jadwal kegiatan yang padat dan disiplin. Materi yang diberikan meliputi penguatan ideologi Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta etika profesi kesehatan berbasis nilai-nilai Islam.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas studi kasus mengenai peran tenaga kesehatan sebagai kader Persyarikatan di tengah masyarakat. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami berbagai tantangan pelayanan kesehatan sekaligus mencari solusi yang selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Pembinaan spiritual juga menjadi bagian utama dalam pelaksanaan Baitul Arqam. Peserta diwajibkan melaksanakan salat berjemaah, qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai aktivitas pembiasaan ibadah yang bertujuan memperkuat karakter religius calon lulusan.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa seluruh peserta mengikuti evaluasi pada akhir kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan sekaligus memastikan kesiapan peserta membawa nilai-nilai Muhammadiyah ke lingkungan kerja dan masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Hal itu terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dalam setiap sesi, mulai dari pemaparan materi, diskusi kelompok, hingga pembinaan spiritual. Di akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada peserta serta penutupan sebagai simbol selesainya proses pengkaderan mahasiswa purna studi.


Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi, ITKES Muhammadiyah Sidrap berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang unggul dalam kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi kader Muhammadiyah yang membawa semangat Islam berkemajuan di daerah masing-masing. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

