ITKES Muhammadiyah Sidrap Terjunkan Mahasiswa Kebidanan ke Puskesmas Amparita dan Pangkajene

SIDRAP, KOMPAS — Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidenreng Rappang (ITKES Muhammadiyah Sidrap) resmi memulai kegiatan Praktik Klinik Kebidanan (PKK) di dua puskesmas pada Senin, 27 Juli 2026. Penerimaan mahasiswa berlangsung serentak di Puskesmas Amparita dan Puskesmas Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini membagi mahasiswa berdasarkan jenjang praktik. Mahasiswa PKK III ditempatkan di Puskesmas Amparita, sementara mahasiswa PKK II menjalani praktik di Puskesmas Pangkajene.

Di Puskesmas Pangkajene, mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Puskesmas dr. Hj. Mariana, M.Kes., bersama Koordinator Bidan Puskesmas, Bdn. Herlina, S.ST. Penerimaan tersebut juga dihadiri para preseptor lahan praktik yang akan mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, di Puskesmas Amparita, rombongan mahasiswa disambut oleh Kepala Puskesmas Sulastri Saad, SKM., M.Kes., bersama Koordinator Bidan, Bdn. Hj. Rugaiyah, S.ST. Proses penerimaan di kedua puskesmas dilaporkan berjalan lancar dan disambut baik oleh pihak lahan praktik.

Pihak ITKES Muhammadiyah Sidrap menyampaikan bahwa penempatan di dua puskesmas sekaligus bertujuan memberi mahasiswa pengalaman langsung di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang diperoleh di kampus ke dalam pelayanan nyata di masyarakat.

Menurut penjelasan pihak penyelenggara, kehadiran preseptor lahan praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para preseptor bertugas membimbing dan menilai mahasiswa selama menjalankan praktik, sehingga capaian kompetensi setiap peserta dapat terpantau secara langsung.

Kegiatan PKK ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran klinik yang wajib ditempuh mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan. Jenjang PKK II dan PKK III menandakan tahapan praktik yang berbeda, dengan bobot kasus dan tingkat kompleksitas yang meningkat sesuai jenjangnya.

Puskesmas Amparita dan Puskesmas Pangkajene dipilih sebagai lahan praktik karena keduanya melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Penempatan di puskesmas memberi mahasiswa akses pada beragam kasus pelayanan kebidanan, mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga pelayanan ibu dan anak.

Pihak kampus menyebut kegiatan ini sejalan dengan upaya membentuk lulusan kebidanan yang kompeten dan profesional. Selain penguasaan keterampilan klinis, mahasiswa juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan dan masyarakat di lahan praktik.

ITKES Muhammadiyah Sidrap berharap seluruh rangkaian Praktik Klinik Kebidanan dapat berjalan lancar hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pengalaman dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas kepada masyarakat.