Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Gelar Webinar Internasional Keperawatan dan Kebidanan Rural

SIDRAP, — Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidenreng Rappang (ITKES Muhammadiyah Sidrap) menggelar webinar internasional bertema “Transforming Rural Community Nursing and Midwifery: Innovative, Culturally Responsive, and Sustainable Care for Global Health Equity” pada Minggu, 3 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara daring dan diikuti 416 peserta yang terdaftar melalui laman Pelataran Sehat Kementerian Kesehatan.

Webinar tersebut menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri, serta diselenggarakan atas kerja sama FKK dengan PT Hanacaraka Training Centre. Peserta terdiri atas mahasiswa internal, praktisi kesehatan, dan peserta internasional.

Dua narasumber berasal dari luar negeri, yakni Prof. Dr. Faridah Moh. Said dari Lincoln University College Malaysia dan Dr. Marina Magnolia B. Gallardo-Ninobla dari Centro Escolar University Manila, Filipina. Dua narasumber nasional merupakan dosen ITKES Muhammadiyah Sidrap, yaitu Ns. Sulkifli Nurdin, S.Kep., M.M., M.Kep. dan Bd. Nurjanna, S.Keb., M.Keb.

Kegiatan dibuka oleh Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap bersama Direktur PT Hanacaraka, Halipah, S.Kp., MH., Fisqua. Pada sesi kedua, sambutan disampaikan oleh Dekan FKK, Ns. Meriem Meisyaroh, S.Kep., M.Kes.

Menurut panitia, webinar ini mengangkat tema yang dinilai krusial bagi masa depan kesehatan global. Materi keempat pemateri berfokus pada tiga pilar utama transformasi keperawatan dan kebidanan di wilayah rural, yaitu inovasi (innovative), respons terhadap budaya (culturally responsive), dan perawatan berkelanjutan (sustainable care).

Melalui tiga pilar tersebut, perawat dan bidan diharapkan mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan budaya masyarakat. Panitia menjelaskan pendekatan ini relevan bagi Indonesia yang memiliki keragaman budaya, sehingga layanan kesehatan perlu menyesuaikan dengan konteks lokal.

Para narasumber memaparkan materi sesuai bidang keahlian masing-masing, mencakup hasil riset pada tingkat global maupun nasional. Dalam forum tersebut, para pemateri berbagi riset terbaru, praktik terbaik, serta strategi inovatif dari berbagai negara.

Panitia menyebut kerja sama dengan PT Hanacaraka Training Centre mencakup fasilitasi kegiatan mulai dari persiapan hingga pendaftaran melalui laman Pelataran Sehat Kementerian Kesehatan. Melalui laman tersebut, peserta dapat memperoleh nilai Satuan Kredit Profesi (SKP).

Selama sesi berlangsung, peserta dilaporkan antusias mengikuti diskusi yang berkembang. Forum daring itu menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi, praktisi, dan peserta lintas negara mengenai layanan kesehatan di wilayah rural.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap webinar internasional tersebut memberi dampak positif bagi kemajuan derajat kesehatan masyarakat secara global. Forum semacam ini diharapkan dapat berlanjut untuk memperkuat jejaring keilmuan keperawatan dan kebidanan lintas negara.