MAKASSAR, Mahasiswa Program Studi Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap, menggelar Seminar Akhir Stase Keperawatan Jiwa di Aula Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis, 30 Juli 2026. Seminar ini menandai berakhirnya rangkaian praktik klinis mahasiswa di rumah sakit rujukan kesehatan mental tersebut.
Kegiatan seminar kasus menjadi puncak dari rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) klinis yang ditempuh mahasiswa selama beberapa minggu. RSKD Dadi dikenal sebagai rumah sakit rujukan kesehatan mental terbesar di kawasan Indonesia Timur.
Seminar dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi Profesi Ners ITKES Muhammadiyah Sidrap beserta jajaran Preseptor Institusi atau dosen pembimbing akademik. Turut hadir pula Preseptor Lahan, yakni pembimbing klinik dari internal RSKD Dadi yang selama ini mendampingi mahasiswa di ruang perawatan.



Dalam pemaparannya, kelompok mahasiswa menyajikan laporan asuhan keperawatan jiwa komprehensif yang telah diterapkan langsung kepada pasien di berbagai ruang perawatan. Presentasi menitikberatkan pada penerapan intervensi berbasis bukti (evidence-based nursing) yang dikaitkan dengan jurnal keperawatan jiwa mutakhir.
Beberapa topik utama yang diangkat meliputi penatalaksanaan asuhan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori atau halusinasi, perilaku kekerasan, hingga isolasi sosial. Materi tersebut disusun berdasarkan kasus nyata yang ditemui mahasiswa selama menjalani praktik di lapangan.
Koordinator Stase Keperawatan Jiwa ITKES Muhammadiyah Sidrap menjelaskan bahwa seminar akhir merupakan bagian krusial dalam metode evaluasi pendidikan profesi. Menurutnya, forum ini menguji kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, tidak hanya pada penguasaan klinis dan keterampilan psikomotorik.
Ia menambahkan, evaluasi juga menyasar akuntabilitas ilmiah mahasiswa dalam merumuskan penyelesaian masalah keperawatan. Aspek ini dinilai penting untuk memastikan lulusan mampu mempertanggungjawabkan setiap intervensi yang diberikan kepada pasien.
Perwakilan Preseptor Lahan RSKD Dadi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja, etika, dan dedikasi mahasiswa ITKES Muhammadiyah Sidrap selama praktik. Pihak rumah sakit menilai mahasiswa mampu beradaptasi cepat terhadap dinamika pelayanan keperawatan jiwa.
Menurut pihak rumah sakit, mahasiswa juga aktif menjalin komunikasi terapeutik yang baik bersama para pasien maupun tim medis di ruangan. Kemampuan adaptasi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi calon tenaga kesehatan profesional.
Usai pemaparan dokumen kasus dan sesi diskusi tanya jawab yang berlangsung interaktif, acara dilanjutkan dengan evaluasi dan masukan konstruktif dari para penguji. Agenda kemudian ditutup dengan prosesi penarikan mahasiswa secara resmi oleh pihak institusi kampus dari lahan praktik RSKD Dadi.
Melalui pengalaman klinik nyata di RSKD Dadi, ITKES Muhammadiyah Sidrap berharap lulusan Profesi Ners yang dihasilkan dapat tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang unggul, kompeten, dan kompetitif. Institusi juga menekankan pentingnya integritas pelayanan keperawatan yang berlandaskan nilai-nilai islami bagi setiap lulusannya.

