Mahasiswa Profesi Bidan Jalani Stase Nifas dan Apras di Puskesmas Rappang

SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Profesi Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap (ITKESMu Sidrap) diterima untuk menjalani praktik Stase Nifas dan Apras di Puskesmas Rappang Lama. Praktik tersebut berlangsung selama 2 minggu sebagai bagian dari proses pendidikan profesi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam memberikan asuhan kebidanan kepada ibu setelah persalinan.

Penerimaan mahasiswa dilakukan melalui pertemuan antara pihak ITKESMu Sidrap dan Puskesmas Rappang sebelum mahasiswa memulai rangkaian praktik. Dari pihak kampus, kegiatan tersebut dihadiri Bd. Fitriani, S.ST., M.Kes., Bdn. Nasrayanti Nurdin, S.Keb., M.Keb., dan Bd. St. Hasriani, S.Tr.Keb., M.Keb., Bdn. Chandra Ariani Saputri, S.ST.,M.Keb.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengarahan mengenai pelaksanaan praktik selama 2 minggu di lingkungan pelayanan kesehatan. Pembekalan diarahkan agar mahasiswa memahami ketentuan praktik, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta menjalankan asuhan sesuai kompetensi dan standar pelayanan kebidanan.

Bd. Fitriani menjelaskan bahwa praktik lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan profesi karena mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembelajaran akademik ke dalam situasi pelayanan secara langsung. Menurutnya, pengalaman tersebut juga membantu mahasiswa memahami karakteristik pasien dan dinamika pelayanan di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Bdn. Nasrayanti Nurdin menekankan pentingnya kedisiplinan mahasiswa selama menjalani praktik. Ia mengarahkan mahasiswa untuk mengikuti ketentuan yang berlaku di fasilitas pelayanan, menjaga etika profesi, serta membangun komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan dan pasien.

Bd. St. Hasriani juga menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan masa praktik untuk memperdalam keterampilan klinis sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasien. Ia mengingatkan mahasiswa agar setiap tindakan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, ketepatan prosedur, dan tanggung jawab profesional.

Stase Nifas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan terlibat dalam pelayanan kepada ibu pada masa setelah persalinan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengenai pemantauan kondisi ibu, pemberian edukasi, pendampingan perawatan pascapersalinan, serta pengenalan terhadap berbagai kebutuhan ibu dan bayi sesuai kewenangan dan arahan pembimbing.

Adapun pelaksanaan praktik di Puskesmas Rappang Lama juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal pola pelayanan kesehatan tingkat pertama. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan kebidanan dalam proses pembelajaran klinik yang mereka jalani.

Pihak kampus menilai kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa profesi. Melalui praktik lapangan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga belajar menerapkan komunikasi, kerja sama tim, etika, dan tanggung jawab dalam lingkungan pelayanan kesehatan.

Selama 2 minggu praktik, mahasiswa akan mengikuti kegiatan pelayanan sesuai jadwal dan arahan pembimbing di lapangan. Proses tersebut diharapkan memberikan pengalaman klinis yang relevan sekaligus membantu mahasiswa menghubungkan teori kebidanan dengan kondisi nyata yang ditemui dalam pelayanan.

Penerimaan mahasiswa di Puskesmas Rappang Lama juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung proses pendidikan profesi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan pembelajaran klinik yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dengan tetap berada dalam supervisi pembimbing.

Setelah menyelesaikan masa praktik, mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi pengalaman klinis yang diperoleh dan mengidentifikasi kompetensi yang telah dicapai maupun yang masih perlu ditingkatkan. Hasil praktik tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses evaluasi pendidikan profesi sebelum mahasiswa melanjutkan ke tahapan stase berikutnya.

Melalui pelaksanaan Stase Nifas dan Apras selama 2 minggu ini, ITKESMu Sidrap berharap mahasiswa semakin siap memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan ibu serta bayi. Kerja sama dengan Puskesmas Rappang diharapkan terus berjalan dalam mendukung pendidikan klinik dan peningkatan kompetensi calon tenaga bidan.