MAKASSAR — Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap menggelar Rapat Kerja Tahun Akademik 2026/2027 di Hotel Almadera, Makassar, Sabtu, 26 September 2026. Rapat tersebut membahas penguatan tata kelola keuangan dan kelembagaan. Tujuannya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sekaligus memenuhi syarat akreditasi unggul.
Rapat kerja bertema “Transformasi Tata Kelola untuk Mewujudkan Unqualified Opinion Menuju Institut yang Unggul” ini diikuti pimpinan institut, lembaga, biro, fakultas, dan program studi (prodi). Kegiatan dirangkaikan dengan Family Gathering di Pantai Bosowa, Makassar, pada Ahad, 27 September 2026. Pembukaan rapat berlangsung pukul 13.00 Wita, diawali tadarus serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Sambutan disampaikan Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap Dr. Muhammad Tahir, S.K.M., M.Kes.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dari dua narasumber pukul 13.30 hingga 15.30 Wita. Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S.E., M.S., Ak., CA membawakan materi tata kelola keuangan perguruan tinggi. Dr. Burhanuddin, M.Si mengulas tata kelola perguruan tinggi. Sesi ini dipandu moderator Bd. Rosmawaty, S.ST., M.Kes., M.Keb dan Ns. Israyani, S.Kep.


Dalam paparannya, Gagaring menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar capaian administratif. Menurut dia, opini tersebut merupakan fondasi transparansi dan akuntabilitas lembaga. Ia mendorong perguruan tinggi menggeser cara pandang tata kelola, dari sekadar memenuhi kepatuhan menuju kinerja unggul.
Gagaring juga memetakan sejumlah tantangan yang kerap menghambat perguruan tinggi meraih opini WTP. Tantangan itu antara lain pencatatan dan inventarisasi aset yang belum optimal, sistem pengendalian intern yang belum terintegrasi penuh, dan dokumentasi pertanggungjawaban keuangan yang belum sesuai standar. Ia menambahkan, keterbatasan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan turut menjadi persoalan.
Sebagai jalan keluar, ia menawarkan empat langkah. Langkah itu adalah penataan dan rekonsiliasi aset, penyeragaman prosedur pelaporan di setiap unit, pelatihan berkelanjutan bagi pengelola keuangan, serta optimalisasi audit internal sebelum pemeriksaan kantor akuntan publik. Menurut Gagaring, opini WTP hanyalah batas minimum, sedangkan keunggulan institusi adalah tujuan utama.
Bimtek juga memetakan indikator Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) beserta sumber datanya, seperti Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), tracer study, dan laman resmi kampus. Pemetaan itu menunjukkan bahwa ITKES Muhammadiyah Sidrap, yang kini berakreditasi Baik Sekali, belum memenuhi tiga syarat perlu akreditasi unggul. Baru satu prodi atau 10 persen yang terakreditasi unggul, dari standar minimal 15 persen. Dosen bergelar doktor baru 9 orang atau 10 persen dari standar 20 persen, sementara dosen berjabatan lektor kepala baru 5 orang atau 6 persen dari standar 10 persen.
Untuk menutup kesenjangan tersebut, ITKES menargetkan tiga prodi dalam proses menuju akreditasi unggul pada tahun akademik 2026/2027. Saat ini, sebanyak 23 dosen tengah menempuh studi doktoral dan ditargetkan rampung paling lambat 2028. Pada tahun yang sama, institut menargetkan memiliki 20 dosen berjabatan lektor kepala dan 3 guru besar.
Agenda berlanjut dengan pemaparan program kerja dalam dua sesi. Pada sesi pertama, sepuluh unit memaparkan rencana kerjanya, di antaranya Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Satuan Pengawas Internal (SPI), Laboratorium Terpadu, dan Perpustakaan. Setiap unit mendapat waktu 10 menit.
Sesi kedua diisi tiga fakultas, yakni Fakultas Farmasi; Fakultas Kesehatan, Teknologi, dan Sains; serta Fakultas Keperawatan dan Kebidanan. Pemaparan ini menjadi forum untuk menyelaraskan program fakultas dan prodi dengan arah kebijakan institut. Rapat ditutup dengan diskusi dan foto bersama.
Malam harinya, peserta beserta keluarga makan malam bersama di Virtu Resto & Café, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar. Keesokan paginya, Family Gathering ITKES Muhammadiyah Sidrap Tahun 2026 dimulai pukul 06.30 Wita dengan semboyan “Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi, Menciptakan Kenangan Indah Bersama”. Rangkaian rapat kerja dan family gathering ini menjadi titik awal pelaksanaan program kerja Tahun Akademik 2026/2027. Dengan tata kelola yang lebih tertib dan target yang terukur hingga 2028, ITKES Muhammadiyah Sidrap berharap dapat melangkah lebih mantap menuju institut yang unggul.



